Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, bahwa dalam kehidupan di dunia ini tidaklah akan terlepas dari ujian. Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menguji hamba-Nya untuk mengetahui mana di antara mereka yang paling baik amalan dan keimanannya. Adapun salah satu alat ujian-Nya adalah dengan dijadikannya beberapa fitnah. Sehingga Fitnah, bermakna segala bentuk cobaan bagi manusia yang menyebabkan mereka berpaling dan menjauh dari Allah subhanau wa ta’ala.
Di antara jenis fitnah, adalah fitnah harta benda, wanita, tahta, keturunan, dan lain sebaginya. Dan ssesungguhnya manusia amat lemah dari menjauhkan diri dari fitnah. Ketika ia terjerumus dalam fitnah, maka di dunia ia akan tersesat dan kehilangan jalan hidup, sementara di akhirat pun ia akan ditimpa dengna beratnya hisab dan adzab Allah yang sangat pedih. Untuk itu, Rasulullah bersabda
Sungguh kaliain akan merasakan berbagai fitnah, maka berlindunglah kalian kepada Allah!
Tentang fitnah, Allah telah berfirman dalam Al-Quran Surah Ali imran ayat 14.
Adapun, fitnah yang paling berbahaya, khususnya bagi kaum laki-laki, adalah fitnah wanita.
Dan berikut ini beberapa perbuatan wanita yang mengundang fitnah, sampai hari ini:
- Tabarruj, para wanita melepas hijabnya dan memperlihatkan auratnya.
- Ikhtilat, adanya pencampur bauran antara wanita dan laki-laki, dan itu dianggap lumrah.
- Berlebihan dalam berhias.
- Memposting gambar diri, dan dengan sengaja memajangkannya di media sosial.
- Video wanita, mengumbar suara, menampilkan gerakan yang indah, di berbagai media komunikasi.
Membendung Fitnah Wanita
Tidaklah ada ujian, selain berlimpah pahala akan didapatkan ketika berhasil melewatinya. Tidak pula bisa melewatinya, kecuali ada keteguhan, kepayahan, usaha yang sungguh-sungguh.
Di antara jalan untuk membendung fitnah wanita ini adalah dengan
- Keimanan. Peran iman kepada Allah Azza wa Jalla, akan membuat seseorang mencintai apa yang dicintai Allah dan bertekad serta berusaha keras meninggalkan apa yang dilarang oleh –Nya. Pun begitu halnya dengan peran iman kepada Rasulullah. Percaya terhadap apa yang telah beliau sampaikan, akan bahayanya fitnah wanita.
- Akal pikiran yang sehat. Dengan mempergunakan akal pikir yang sehat, tentulah seseorang akan kembali mengingat dan memperhitungkan berapa banyak kebaikan atau keburukan yang ditimbulkan, jika dia berlaku begini atau begitu.
Tulisan ini adalah ringkasan dari apa yang penulis baca dari majalah islam ar-risalah edisi 193, di kolom Akidah (hal. 17 – 19)

Belum ada tanggapan untuk "MEMBENDUNG FITNAH WANITA DENGAN AKIDAH ISLAM"
Posting Komentar